Search
Archives

cerita inspirasi 2

Mungkin pengalamanku hidupku memang tidak menarik, tapi aku berharap, semoga ceerita ini memberi inspirasi bagi pembacanya walaupun hanya sedikit.

Waktu itu aku masih duduk dikelas 2 SMA, aku ikut seleksi olimpiade matematika tingkat sekolah dan aku lolos. Sebelum aku mengikuti olimpiade tingkat kabupaten, aku ditawarkan untuk mengikuti Lomba Cepat Tepat Matematika(LCTM) X di Universitas Pakuan. Lomba itu, lomba kelompok dan tiap kelompok terdiri dari 3 orang. Sekolahku mengirimkan 2 kelompok yang terdiri dari aku, 3 orang temanku dan 2 orang kakak kelasku. Aku bersama 3 orang temanku dan 2 orang kakak kelasku itu dilatih untuk mengikuti lomba itu selama ± I bulan. Waktu berlatih kami memang sempit, tapi apa boleh buat, siap tidak siap kami harus siap.

Oya, aku lupa menjelaskan kalau lomba ini terdiri dari 3 tes, yaitu 1 kali tes tertulis dan 2 kali adu cepat tepat. Setiap kelompok yang lolos dalam tes tertulis ini akan masuk ke semifinal dan yang masuk ke semifinal ini hanya 12 kelompok. Dari 12 kelompok itu akan disaring melalui adu cepat tepat dan diambil 4 kelompok untuk masuk ke babak final.

Satu hari sebelum lomba aku sengaja untuk tidak belajar matematika sama-sekali. Tujuanku hanya satu, aku harus membuat pikiranku setenang mungkin agar pikiranku dapat mengolah semua data yang telah aku simpan

Hari-H pun tiba, saat aku sampai di tempat lomba, aku merasa gugup (mungkin karena waktu SMP, aku tidak pernah ikut lomba). Saat memasuki ruang tes aku merasa tenang, mungkin karena ada 2 orang yang mendampingiku dan membuatku tenang.

Tepat pukul 11.00, pengumuman kelompok yang masuk semifinal dibacakan. Aku gak nyangka ternyata kelompokku lolos dan menduduki urutan ke-4 dan 1 kelompok lagi menduduki urutan ke-5. ternyata usaha kami selama 1 bulan itu membuahkan asil(sungguh maha besar Allah dengan segala kemurahannya).

Keesokan harinya, seleksi semfinal pun dimulai. Setelah tes, ternyata 1 kelompok temanku itu msuk ke final, sedangkan kelompokku tidak. Aku marah pada dirik sendiri, bukan karena aku tidak bisa menerima kekalahan ini tapi aku benci pada diriku sendiri, kenapa aku tidak berani  menjawab soal-soal itu?. Padahal semua jawabanku benar, aku menyesal dan merasa bersalah pada ke-2 teman kelompokku.

Waktu sudah menunjukan pukul 12.00, kami semua pergi kemesjid untuk sholat dan kemudian makan siang. Makan siang saat itu memang enak, tapi tidak untuk lidahku hari itu. Makanan itu terasa hambar dan aku pun malas menghabiskannya. Aku masih menyesali sifat pengecut dalam diriku, ternyata rasa tidak percaya diri itu telah membuat langkahku tersendat. Saat itu aku hanya dapat menyesalinya , tapi aku berjanji pada diriku untuk tidak melakukan hal bodoh itu lagi.

Waktu terus berlangsung, saat aku kelas 3 SMA, aku ditawarkan lagi untuk mengikuti LCTM XI. Aku bertekad dalam diriku “aku harus berani menjawab soal apapun resikonya”. Alhasil kelompokku masuk final dan menjadi juara harapan-1, ya walaupun hanya harapan-1, tapi aku merasa senang dan puas dengan itu. “ sesungguhnya Allah selalau mempunyai rencana lain yang lebih baik untuk kita”

Teruntuk teman-temanku yang membaca cerita ini, aku hanya berharap agar kalian berani dan percaya diri dengan apa yang kalian pilih, karena keberanian itu penting untuk kita meraih kesuksesan.

cerita inspirasi

saya ingin berbagi cerita tentang pengalaman seseorang yang mungkin bisa teman-teman jadikan motifasi untuk menjalani hidup ini.
Ceritanya cukup sederhana, tapi dapat menyadarkanku tentang kebesaran Allah. Cerita ini berawal dari keinginan seseorang(lebih tepatnya lagi kakak kelasku yang bernama Antoni) yang ingin mengikuti olimpiade fisika atau matematika tingkat kabupaten. Tetapi, sebelum mengikuti olimpiade itu setiap peserta termasuk ka Antoni harus lolos seleksi tingkat sekolah. Ka Antoni pun mencoba ikut seleksi di sekolah, tetapi dia tidak lolos.
Setelah diadakan seleksi, sekolah mulai mengadakan pelatihan olimpiade. Pelatihan itu tidak hanya untuk mereka yang lolos seleksi olimpiade saja, tetapi untuk siswa-siswi lain yang ingin menambah ilmunya. Ka Antoni pun mengikuti pelatihan olimpiade fisika itu, dan di tengah perjalanan saat sedang masa pelatihan olimpiade, salah seorang dari pelatih fisika itu melihat ada potensi dalam diri ka Antoni dan menawarinya untuk ikut olimpiade fisika. Tentu saja ka Antoni menjawab “mau” karena memang itu yang dia inginkan.
Waktu terus berlangsung, beberapa bulan sudah ka Antoni lewati dengan mengikuti pelatihan itu. Dua minggu sebelum olimpiade, sekolah mengumumkan bahwa hanya tiga orang yang dikirimkan mewakili sekolah untuk setiap mata pelajaran yang di olimpiadekan, termasuk fisika.
Saat itu, yang mengikuti pelatihan fisika ada 6 orang, ke-6 orang itu 4 orang cowok dan 2 orang cewek. Ternyata yang masuk 3 orang itu 1 orang cowok dan 2 orang cewek. Ka Antoni termasuk yang tidak masuk bersama 2 orang cowok lainnya. Ternyata ka Antoni dan salah satu dari 2 orang cowok itu(ka Andrian) dipilih untuk mewakli olimpiade kebumian, ditambah dengan salah seorang dari teman ku(Johan)
Setelah mereka semua tes dan alhasil memang Allah yang mengatur semuanya, akhirnya ka Antoni mendapat juara 2 olimpiade kebumian se-kabupaten Bogor tahun 2008, Andrian juara 3, dan Johan juara 6
Kalau saja ka Antoni meneruskan niatnya untuk ikut olimpiade fisika, insyaAllah dia gak akan lolos dan gak akan nyobain jalan-jalan ke bandung mewakilin kabupaten bogor untuk olimpiade kebumian.
Teman, “jalani hidup hanya untuk ibadah pada Allah, dan yakinlah bahwa Allah akan memberikan yang terbaik untuk kita,, sekalipun kita tidak menyukainya, karena Allah memang maha tahu melebihi apapun,,,”